Persekutuan Pemuda Pemudi Methodist Indonesia (P3MI) merupakan organisasi sayap (badan pengurus) bagi kaum muda di bawah naungan Gereja Methodist Indonesia (GMI). Sejarahnya tidak lepas dari perkembangan misi Gereja Methodist di Indonesia yang dimulai sejak awal abad ke-20. Misi Methodist pertama kali masuk ke Indonesia (khususnya Medan, Sumatera Utara) pada tahun 1904 melalui pelayanan G.F. Pykett. Seiring berkembangnya jemaat, kebutuhan akan wadah khusus bagi pembinaan kaum muda mulai muncul untuk mempersiapkan kaderisasi pemimpin gereja di masa depan.
Secara struktural, wadah pemuda ini awalnya mengikuti model Epworth League, yaitu organisasi pemuda Methodist internasional yang berasal dari Amerika Serikat. Di Indonesia, wadah ini kemudian disesuaikan dengan identitas lokal. P3MI secara resmi bergerak di bawah payung Gereja Methodist Indonesia (GMI) setelah GMI menjadi gereja yang mandiri (otonom) pada 20 Januari 1964 (sebelumnya merupakan bagian dari Gereja Methodist di Amerika) dan ditetapkan sebagai wadah Persekutuan Pemuda pada Konferensi Tahunan yang dilaksanakan pada tanggal 24-28 Oktober 1964. Setelahnya, Tanggal 28 Oktober 1964 menjadi hari lahir P3MI, bertepatan pada penutupan Konferensi Tahunan.
Sampai saat ini, P3MI terdiri dari 3 cakupan wilayah:
- P3MI Wilayah I, meliputi area pelayanan di Sumatera Utara, Aceh, dan sebagian Riau
- P3MI Wilayah II, meliputi area pelayanan di Jakarta, Jawa, Lampung, dan wilayah Indonesia lainnya
- P3MI Konta Pengembangan, meliputi area pelayanan yang menyebar dengan mayoritas suku Tionghoa
Hingga saat ini, P3MI terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman, termasuk memanfaatkan media digital untuk menjangkau generasi muda (Gen Z dan Alpha) agar tetap relevan dengan visi awal Gereja Methodist Indonesia.